Pages

Ads 468x60px

Labels

ASURANSI (10) KEUANGAN (6) NEWS (5) INVESTASI (3) HOME (2) BISNIS OKE (1) FAQ (1) ILUSTRASI GRATIS (1) PENSIUN KAYA (1)
Tampilkan postingan dengan label KEUANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEUANGAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Agustus 2012

Memahami “The Cashflow Quadrant” karya Robert Kiyosaki

Robert T Kiyosaki adalah penulis buku Rich Dad Poor Dad, dan The Cash Flow Quadrant yang menjadi best seller di seluruh dunia. Karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan menjadi panduan penting bagi masyarakat yang ingin menjadi pengusaha dan investor.
“Banyak orang bergumul dengan kesulitan finansial, yang sebenarnya disebabkan mereka bertahun-tahun sekolah tapi tidak belajar apapun tentang uang. Hasilnya, orang bekerja untuk mendapatkan uang, dan tak pernah belajar bagaimana memiliki uang yang bekerja untuk mereka,”demikian ujar Robert dalam buku Rich Dad Poor Dad.

Robert adalah generasi keempat keturunan Amerika Jepang, yang lahir di besarkan di Hawaii. Ia berasal dari keluarga pendidik yang terkenal. Ayahnya seorang kepala Pendidikan untuk negara bagian Hawaii. Selepas SMU, Robert melanjutkan pendidikannya di New York dan setelah lulus, ia bergabung dengan US marine Corp dan pergi ke Vietnam sebagai perwira dan pilot helikopter yang bersenjata. Sekembalinya dari perang, karier bisnis Robert dimulai. Tahun 1977 dia mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi dompet surfer dari velcro dan nilon yang pertama ada di pasaran, dan berkembang menjadi bisnis yang menghasilkan jutaan dollar.
Tahun 1985 ia mendirikan sebuah perusahaan pendidikan internasional yang beroperasi di tujuh negara, mengajarkan bisnis dan investasi kepada puluhan ribu orang.
Pada umur 47 tahun Robert melakukan sesuatu yang paling ia sukai, berinvestasi. Bisnis Robert adalah real estate dan mengembangkan perusahaan-perusahaan kecil. Namun gairah sejatinya adalah mengajar. Dia diakui sebagai pembicara hebat tentang pendidikan finansial dan tren ekonomi. Karyanya telah mengubah dan memberi inspirasi kepada jutaan orang di seluruh dunia.
Pesan Rober sangat jelas,”bertanggungjawablah atas keuangan anda atau hanya menerima nasib sepanjang hidup anda. Anda menjadi tuan atas uang atau budak uang. Terserah anda memilihnya.”
Berulang kali, dalam ceramah maupun dalam bukunya, Robert selalu mengajarkan agar kita jangan bekerja untuk mencari uang, tapi berusahalah agar uang bekerja untuk kita. Bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad maupun The Cashflow Quadrant dengan penuh semangat dan dengan cara yang mudah dipahami, ia mengajarkan bermacam kiat agar kita menjadi kaya, dalam arti uang bekerja untuk kita, bukan kita bekerja untuk uang.

Casflow Quadrant
Karya Robert yang paling dikenal adalah membagi kategori hidup orang berdasarkan sumber penghasilan ke dalam 4 kuadran, yakni kuadran I E (employee/pegawai), Kuadran II S (Self Employed/pekerja lepas), Kuadran III B (business Owner/pemilik usaha), dan kuadran IV I (Investor/penanam modal).
Robert mengatakan, kebanyakan dari kita berpotensi memperoleh penghasilan dari keempat kuadran. Contoh kasus seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit dengan jabatan direktur, memiliki klinik spesialis anak, dan punya usaha perkebunan. Sebagai direktur rumah sakit, sang dokter ada di kuadran I (E), namun sebagai seorang ahli penyakit anak, ia bertindak sebagai self employed (S). Ia juga memiliki usaha perkebunan, yang berarti seorang business owner (B). Bisa jadi dokter itu juga melakukan investasi di sektor properti atau yang lainnya yang berarti masuk ketagori kuadran IV.
Nah sang dokter adalah orang yang lengkap hidupnya karena mengalami hidup dalam kuadran I-IV.

Pesan-Pesan Ayah kaya
Jadi sebenarnya kita diberi ajaran 4 kuadran, untuk memilih salah satu atau bisa juga semuanya. Robert memang menganggap kuadran E sebagai yang paling miskin, dan Investor menjadi paling kaya.
Dalam bukunya yang terkenal itu Robert menggambarkan dirinya sebagai seorang yang lahir dari keluarga pegawai yang menghendaki Robert supaya belajar tekun bekerja di perusahaan atau pemerintah dan mendapat gaji baik dan sejumlah tunjangan dan uang pensiun. Sementara ia mengenal seorang teman yang sangat dekat dan ayahnya seorang kaya raya dan dermawan.
Ayah kaya (Rich Dad) itulah yang menarik perhatian Robert, hingga ia bisa belajar bagaimana mendapatkan kekayaan dengan cara yang cerdas. Dalam uraiannya, ayah kaya adalah seorang investor yang mengajarkan kepada Robert bagaimana menjadikan uang bekerja untuk robert.
Robert akhirnya memang benar-benar berhasil menjadi seorang yang kaya dengan menjadi investor.

Buku Ricd Dad maupun The Cashflow Quadrant menjanjikan kepada pembaca bahwa untuk menjadi kaya, seorang harus pindah dari kuadran kiri yakni seorang E dan S menjadi B atau I.
Seorang pekerja adalah seorang yang sangat tergantung kepada perusahaan. Hidupnya kelihatan enak, tapi sesungguhnya sangat beresiko. Seorang S bisa bekerja sendiri, masalahnya ia akan sangat tergantung kepada keahliannya.
Contohnya seorang dokter buka praktek. Ia bekerja siang malam melayani pasien karena banyaknya pasien di wilayahnya. Ia sangat terkenal di seluruh kota. Masalahnya ketika ia berlibur ia tidak bisa mendapatkan apa-apa.

Sementara jika kita hidup di kuadran kanan, baik sebagai pemilik bisnis maupun investor, ia bisa meninggalkan kantor dengan enak karena sistem bisnis berjalan dengan sendirinya.
Seorang E bekerja, seorang S memiliki pekerjaan sendiri, seorang B memiliki sistem dan orang-orang yang bekerja, dan seorang I menjadikan uang bekerja untuk dirinya.
Dalam sebuah perkembangan negara jumlah orang yang hidup di kuadran I-IV jumlahnya harus seimbang sehingga semua orang bisa hidup, baik sebagai pekerja, profesional, pemilik bisnis maupun investor.
Di Indonesia, kebanyakan orang mau hidup di kuadran I, sementara di kuadran III dan IV sangat sedikit, itulah sebabnya pengangguran ada dimana mana. Berbahagialah anda yang kini sudah hidup di kuadran III (sebagai business owner) dan IV (sebagai investor).

Jika Anda ingin investasi yang aman, silahkan lihat ini Inilah Investasi yang Aman dan Oke.

Bambang Suharno
Sumber :  http://komunitaswirausaha.net

Kamis, 23 Agustus 2012

5 Langkah Mencapai Impian



Rencana Anda tahun ini mungkin sama dengan rencana Anda di tahun lalu. Tetapi karena kurangnya perencanaan sampai akhir tahun maka rencana tinggal rencana. Cita-cita Anda untuk memiliki tabungan, melunasi hutang, memiliki rumah atau kendaraan belum tercapai. Anda belum dapat mewujudkan rencana Anda. Maka, jangan biarkan tahun ini berlalu tanpa ada hal berharga yang bisa Anda dapatkan.
Mengelola keuangan membutuhkan disiplin dari pihak Anda. Lakukan hal-hal berikut untuk mengelola uang Anda.

Menabung
Prioritaskan untuk menabung. Bagi sebagian orang ini hal yang cukup sulit karena merasa penghasilan mereka masih kurang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sehingga rasanya mustahil untuk menabung. Tetapi, dalam mengelola keuangan, ini adalah hal utama yang harus dilakukan. Caranya adalah dengan dengan segera menyimpan uang setelah gajian. Anda dapat menyimpannya di bank atau di tempat yang cukup aman. Menyisihkan sebagian uang akan membantu untuk mengurangi keinginan untuk membelanjakannya.
Besarnya uang yang ditabung, minimal 5% dari penghasilan. Segera sisihkan bagian ini. Anda dapat pula mengikuti program-program yang ada di bank dimana setiap bulannya akan didebet sejumlah uang atau Anda wajib menyetorkannya.

Anggaran
Anggaran mencatat bagaimana penghasilan digunakan. Membuat anggaran akan membantu untuk memantau, mengendalikan bahkan mengurangi pengeluaran Anda. Dengan mengetahui kemana saja atau dibelanjakan apa saja penghasilan, Anda akan terbantu untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan Anda.
Agar tujuan keuangan Anda tercapai, maka jangan biarkan pengeluaran Anda lebih besar dari pemasukan atau besar pasak daripada tiang. Bedakan antara kutuhan dan keinginan. Seringkali, yang kita belanjakan adalah hal-hal yang kita inginkan padahal belum tentu hal itu benar-benar kita perlukan. Ingat, bahwa ada tujuan-tujuan finansial yang ingin Anda capai.

Perencanaan
Penting agar Anda membuat perencanaan. Misalnya seperti yang sudah Anda rencanakan untuk memiliki rumah atau apartemen. Jika belum memiliki sejumlah uang untuk membelinya, dapat dengan mencicil. Hanya saja, pastikan perhitungan Anda dengan tepat agar Anda tidak terlilit hutang yang tidak perlu.
Baik juga jika tulang punggung merencanakan untuk ikut asuransi yang dapat melindungi keluarga agar jika terjadi hal yang buruk tidak terlalu mempengaruhi keuangan. Orang tua juga dapat merencanakan untuk dana pensiun agar selanjutnya tidak membebani anak mereka.

Investasi
Memilih investasi yang tepat dapat menambah pundi-pundi tabungan Anda. Sebelum memulai investasi, sebaiknya pelajari dahulu tentang investasi tersebut agar Anda lebih memahami dan tidak ditipu. Sebaiknya pilih investasi yang aman dengan tambahan yang rasional. Jangan cepat tergiur dengan bunga atau hasil dari investasi yang berlebihan.

Asuransi
Jangan korbankan kesehatan fisik atau emosi keluarga hanya semata-mata ingin mengumpulkan kekayaan. Jika sakit atau terjadi masalah dalam keluarga, tidak akan ada kedamaian batin yang dimiliki. Akibatnya, pikiran menjadi kacau dan mungkin ada banyak uang yang dikeluarkan untuk mengatasi masalah ini. Asuransi adalah solusi untuk mengatasi masalah ini, Jika Anda terkena penyakit kritis atau harus rawat inap di rumah sakit maka biaya pengobatan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi dengan demikian asuransi akan melindungi tabungan Anda bahkan aset Anda.

Lima langkah tersebut akan membantu Anda mencapai cita-cita finansial dan membuat hasil kerja keras Anda tidak sia-sia. Membantu Anda memiliki harta sebagai buah dari hasil kerja keras yang dapat dinikmati. Kehidupan tidak menentu. Maka, saat Anda masih memiliki kesempatan untuk menyisihkan penghasilan Anda, lakukan hal itu agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tips Bijaksana dengan Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit sebagai sarana pembayaran telah banyak dimanfaatkan. Cara untuk memperolehnya terbilang mudah. Menggunakannya secara bijaksana dapat menjadikan kartu kredit sebagai penolong keuangan Anda. Tetapi, bila tidak berhati-hati, kartu kredit dapat membuat Anda terlilit hutang yang besar yang akan menghancurkan keuangan Anda.
Keleluasaan dan berbagai keuntungan yang ditawarkan kartu kredit sebagian diimbangi dengan bahaya baik berupa godaan untuk membeli dan hidup di luar kemampuan. Selain itu juga bahaya penyalahgunaan dan penipuan kartu kredit. Mengingat bahaya yang mengancam dibalik penggunakan kartu kredit, maka tindakan bijaksana apa yang dapat Anda lakukan?
  • Jangan memiliki terlalu banyak kartu kredit

    Memiliki banyak kartu kredit akan membebani Anda untuk membayar iuran tahunan dan membuat Anda tergoda untuk membelanjakan lebih banyak lagi. Maksimal 2 kartu kredit saja yang harus dimiliki. Bila Anda memiliki lebih dari itu, sebaiknya segera tutup kartu kredit lainnya. Pertimbangan dalam memilih kartu kredit mana yang akan dipertahankan antara lain suku bunga kartu kredit, limit kartu kredit dan manfaat yang ditawarkan kartu kredit yang benar-benar berguna bagi Anda.
  • Anggarkan dana untuk kartu kredit

    Dalam menyusun anggaran belanja, masukkan besarnya dana maksimal yang boleh digunakan oleh kartu kredit.
  • Mencatat pembelian yang menggunakan kartu kredit

    Dengan mencatatnya akan membantu Anda mengetahui berapa besar jumlah yang harus Anda bayar sehingga akan membantu Anda 'mengerem' pembelian selanjutnya. Catatan ini dapat dicocokkan dengan lembar tagihan untuk memastikan apakah Anda benar-benar melakukan pembelian tersebut.
  • Usahakan untuk selalu membayar penuh tagihan

    Hal ini berguna agar Anda tidak terbeban oleh bunga yang sangat besar. Jangan tergoda untuk hanya membayar tagihan minimum. Bila Anda sudah memiliki cicilan atau hutang kartu kredit, prioritaskan dengan sungguh-sungguh untuk segera lunasi hutang Anda dengan bersikap lebih hemat. Misalnya dengan mengurangi mengunjungi cafe, mal atau makan di luar. Bila Anda kost atau menyewa rumah, pertimbangkan apakah Anda bisa pindah ke tempat lain yang lebih murah.
  • Hindari menggunakan kartu kredit untuk menarik tunai

    Kartu kredit memang bisa digunakan untuk menarik uang tunai di ATM, tetapi hal ini tidak gratis. Anda harus membayar bunga penarikan tunai yang bahkan nilainya lebih tinggi lagi dibandingkan bunga untuk pembelanjaan.
  • Waspadai penipuan kartu kredit

    Modus penipuan kartu kredit semakin bermacam-macam baik melalui telepon maupun Internet. Maka, tetaplah berhati-hati dengan tidak memberitahukan nomor kartu kredit, tanggal jatuh tempo, atau informasi lainnya terhadap orang yang tidak dikenal. Jangan pula meminjamkan kartu kredit kepada orang lain.
     
    Jangan biarkan keuangan Anda memburuk dengan terlilit hutang kartu kredit. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar keuangan Anda tetap baik.

Rabu, 22 Agustus 2012

Bagaimana Mengatur Anggaran Belanja Keluarga


Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami keluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumahtangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” sehingga seringkali didapati uang belanja sudah habis sebelum akhir bulan.

Beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana:
1.    Pahami portfolio keuangan keluarga Anda. Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil. buatlah catatan pengeluran bulan kemarin sebagi bahan evaluasi.
2.    Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
3.    Buatlah skala prioritas kebutuhan. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak. Dari daftar
4.    Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
5.    Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap sabtu sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
6.    Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.
7.    Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari. seringkali kebiasaan menabung diabaikan, tahu-tahu uang belanja sudah habis, sisihkanlah 10% s/d 20% dari pendapatan bulanan untuk menabung.
8.    Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!  

Selasa, 14 Agustus 2012

7 Alasan Mengapa Kita Butuh Perencanaan Keuangan

Pada 20-30 tahun lalu, masa-masa orang tua kita masih membiayai hidup kita, belum ada yang namanya profesi Financial Planner atau Perencana Keuangan di Indonesia. Tapi 10 tahun belakangan ini profesi ini sudah banyak bermunculan di Indonesia. Dengan berkembangnya gaya hidup yang semakin konsumtif, naiknya inflasi yang membuat kebutuhan hidup dimasa yang akan datang semkin mahal, banyaknya produk-produk investasi yang ditawarkan, dan semakin sadarnya masyarakat akan kesejahteraan hidupnya. Beberapa alasan mengapa kita membutuhkan sebuah Perencanaan Keuangan :

1. Untuk melindungi diri kita dan keluarga dari risiko keuangan
Dalam siklus hidup tentunya ada masa-masa naik dan turunnya tingkat kehidupan , dan tidak dapat dipungkiri, dimanapun situasi kehidupan kita, pastinya berhubungan dengan uang. Naik turunnya situasi keuangan masih dapat diatasi dengan bantuan seorang profesional. Apa saja masalah-masalah penting dan darurat yang berhubungan dengan keuangan, contohnya adalah : kehilangan pekerjaan, sakit keras, kecelakaan yang menyebabkan cacat, dan kematian kepala keluarga sebagai sumber pendapatan.

2. Untuk melunasi utang
Memang sangat baik jika kita sudah memiliki investasi, baik investasi pada pasar modal, properti, bisnis maupun barang-barang berharga. Namun masih banyak diantara kita yang juga memiliki hutang yang besar, terutama hutang konsumtif. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk dicari jalan keluarnya. Sangatlah tidak tepat jika setiap bulan berinvestasi dengan tujuan untuk mengumpulkan aset namun juga menumpuk hutang yang bunganya lebih tinggi dari hasil investasi kita. Oleh karena itu, menyelesaikan hutang adalah hal yang paling penting didalam sebuah Perencanaan Keuangan yang kita miliki.

3. Untuk biaya membesarkan anak-anak
Setiap orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Oleh karena itu porsi yang cukup besar didalam anggaran rumah tangga adalah biaya untuk membesarkan anak-anak yang dapat berlangsung sekitar 20-25 tahun sebelum anak-anak kita dapat membiayai dirinya sendiri. Biaya ini meliputi sejak anak lahir, hingga biaya pernikahan, namun biaya yang paling besar adalah biaya pendidikan sejak memasuki persiapan sekolah (pre-school) hingga perguruan tinggi. Sebagai ilustrasi, jika biaya kuliah saat ini adalah Rp 50 juta, dengan adanya inflasi maka, dalam 15 tahun biaya tersebut menjadi sekitar Rp 770 juta.

 4. Untuk pembelian aset, dari kendaraan hingga rumah
Rumah adalah aset utama yang harus dimiliki oleh seseorang, selain untuk digunakan sebagai tempat tinggal, rumah juga mnjadi sebuat aset yang nilainya bertambah dari waktu kewaktu. Aset kedua yang harus dimiliki adalah kendaraan. Umur kendaraan yang nyaman adalah 5 tahun. Jadi layaknya, setiap 5 tahun kita perlu mengganti kendaraan kita. Namun tidak semua orang, walaupun sudah memiliki pekerjaan, mampu untuk membeli rumah dan kendaraan karena gaji yang hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari hari sehingga dari tahun ke tahun uang tidak pernah cukup untuk membeli aset.Oleh karena itu diperlukan suatu solusi agar keinginan untuk membeli aset aset dapat tercapai.

5. Untuk membiayai pembelian polis asuransi.
Semua aset yang sudah kita kumpulkan adalah untuk memenuhi segala kebutuhan kehidupan keluarga, namun bayangkan jika suatu saat terjadi kecelakaan, sakit atau meninggal, sehingga tidak dapat lagi kita membiayai keluarga kita.Untuk melindungi nilai ekonomis seseorang yang menjadi sumber pendapatan keluarga adalah dengan asuransi. Pertanyaan berikutnya adalah apakah asuransi yang kita miliki nilainya sudah cukup untuk membiayai kehidupan hingga masa depan keluarga yang ditinggalkan dapat terjamin. Berapa sebenarnya nilai asuransi yang harus dimiliki? Apa saja benefit dari asuransi kesehatan yang kita miliki?

6. Untuk bisa menikmati pensiun dengan taraf hidup yang nyaman.
Pensiun adalah saatnya kita menikmati masa istirahat dari pekerjaan. Tentunya kita ingin menikmati dengan taraf hidup yang nyaman. Namun dari mana kita bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membiayai pensiun seperti yang kita inginkan?. Sudah bukan saatnya pada saat pensiun, justru kita masih harus mencari pekerjaan untuk membiayai hidup kita. Bukan hal yang tepat juga jika kita harus bergantung biaya ke anak-anak kita yang mungkin masih memerlukan biaya-biaya untuk kehidupannya sendiri bahkan untuk keluarganya.Sebagai ilustrasi, jika saat ini umur kita 45 tahun dengan biaya hidup kita adalah Rp 15 juta, maka pada saat kita pensiun diumur 55 tahun maka kita membutuhkan dana sekitar Rp 16 Milyar untuk dapat menikmati pensiun selama 20 tahun.

 7. Untuk mewariskan kekayaan kita kepada anak-anak 
 Jika kita sudah memiliki Perencanaan Keuangan maka segala aset dan kekayaan kita sudah tertata untuk setiap tujuan. Pada akhirnya, jika kita berumur panjang dan memasuki usia pensiun, segala kekayaan yang kita miliki dapat kita wariskan kepada anak-anak. Oleh karena itu menyiapkan wasiat juga menjadi bagian dari sebuah Perencaan, agar generasi berikutnya dapat menikmati dan memelihara kekayaan yang kita wariskan. Kapan saat yang tepat untuk memulai Perencanaan? Semakin dini memulai sebuah Perencanaan, akan semakin baik, terutama pada saat usia masih produktif. Dengan demikian kondisi keuangan akan menjadi lebih baik dengan jangka waktu investasi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Sumber : finance.detik.com Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC-Senior Financial Advisor AFC @LaPetiteLisa

Kamis, 09 Agustus 2012

Merencanakan Keuangan Anda

Anda tentunya tahu bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan. Kebutuhan orang dewasa akan selalu bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Dari kebutuhan untuk menikah, membeli rumah, kendaraan pribadi, memiliki dan membesarkan anak, sampai menikmati masa pensiunnya dengan bahagia. Namun, untuk dapat memenuhi semua kebutuhan itu, tentunya dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Sebagai contoh, mungkin Anda tahu jika saat ini harga rumah di pinggir kota Jakarta dengan luas 96 m2 saja, sudah mencapai 200-300 juta rupiah. Belum lagi memikirkan biaya sekolah anak yang semakin lama semakin mencekik kantong. Saat ini saja, uang pangkal sebuah SMP swasta sudah mencapai puluhan juta rupiah, bayangkan uang sebesar itu hanya untuk pendidikan selama tiga tahun.Keadaan ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagi Anda, bagaimana saya bisa memenuhi semua kebutuhan itu? Jawabannya adalah dengan melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin, dan bersenang-senanglah kemudian. 

Perencanaan keuangan adalah suatu proses mengelola keuangan yang dilakukan dengan disiplin, untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan. Untuk itu, ada 5 langkah yang Anda harus lakukan : 

1. Periksa kondisi kesehatan keuangan Anda.
Bukan hanya kesehatan tubuh Anda yang penting, tetapi kesehatan kondisi keuangan Anda pun tak bisa diabaikan. Sebenarnya, hal yang disebut belakangan ini harus menjadi prioritas pertama Anda sebelum menjaga kesehatan tubuh, karena menjaga kesehatan tubuh juga membutuhkan dana. Langkah pertama ini cukup mudah. Catat dengan baik semua pengeluaran Anda dalam satu bulan. Anda pasti akan takjub ketika melakukan hal ini, karena Anda akan melihat kemana saja uang Anda melayang selama ini. Selain itu, hitung seluruh kekayaan dan juga hutang-hutang yang Anda miliki. Lunasi semua hutang Anda - jika perlu dengan menjual kekayaan Anda - sebelum Anda berencana untuk memiliki sesuatu yang baru. Jika Anda sudah tidak memiliki hutang lagi, maka baru dapat dikatakan kondisi keuangan Anda sudah sehat wal afiat. Jangan takut jika Anda tidak memiliki simpanan setelah Anda membayar semua hutang, karena walaupun Anda tidak memiliki simpanan lagi, Anda akan melakukan sesuatu yang jauh lebih baik bagi Anda sendiri. 

2. Bermimpilah! Langkah kedua adalah merencanakan kebutuhan Anda.
Langkah ini dilakukan dengan bermimpi. Ya, Anda tidak salah, bermimpi! Bertanyalah di dalam hati Anda, apa saja yang Anda inginkan dalam hidup ini. Rumah di Pondok Indah? Mobil Jaguar? Apartemen di kawasan bintang lima? Mengalahkan para socialite untuk memiliki jumlah sepatu, baju, dan tas bermerek? atau bahkan bulan madu ke Paris? Nah, jika sudah, bangunlah dari mimpi Anda untuk melihat realita apakah seluruh mimpi Anda sudah sesuai dengan kondisi kekayaan dan pendapatan Anda? Jika belum, kembalilah bermimpi. Namun, kali dengan mimpi yang lebih realistis. Jangan lupa prioritaskan hal mana yang ingin Anda dapatkan terlebih dulu. Satu hal yang harus diingat, selain hal-hal yang menyenangkan tadi, masukkan di dalam prioritas Anda kebutuhan dana darurat. Dana darurat? Apalagi itu? Dana darurat adalah dana untuk keperluan yang munculnya tidak Anda duga, seperti biaya rawat inap di rumah sakit. Tentunya hal ini tidak diharapkan terjadi, tetapi tidak ada salahnya Anda berjaga-jaga seperti pribahasa "sedia payung sebelum hujan". 

3. Kelompokkan kebutuhan keuangan Anda.
Langkah ini masih mudah. Cukup kelompokan kebutuhan-kebutuhan Anda berdasarkan jangka waktunya. Jangka waktu sendiri dibagi 3, yaitu jangka pendek untuk kebutuhan antara 1-3 tahun, jangka menengah untuk kebutuhan antara 3-5 tahun, dan jangka panjang untuk kebutuhan lebih dari 5 tahun. Berikut ini adalah contoh pengelompokan kebutuhan Anda : Jangka Waktu Tujuan Keuangan Jangka Pendek Anda ingin memiliki dana darurat Jangka Menengah Anda ingin membayar uang muka rumah Jangka Panjang Anda ingin mempersiapkan dana pensiun 

4. Kenali jenis investasi yang cocok dengan kebutuhan Anda .
Langkah ini cukup sulit untuk dilakukan, karena bagi sebagian dari Anda, hal ini merupakan hal yang baru. Anda dapat mempelajarinya dengan bantuan saudara atau teman Anda yang telah merencanakan keuangan dengan baik, menyewa konsultan perencana keuangan, atau Anda dapat mempelajarinya sendiri di situs ini, pada bagian Jenis Investasi. Setelah Anda mengerti manfaat dari masing-masing jenis investasi, pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda. 

5. Disiplin itu pelita hati! 
Semua langkah-langkah yang Anda terapkan akan sia-sia jika Anda tidak melakukannya dengan disiplin dan memiliki komitmen tinggi. Kedua hal penting itu akan membuat segalanya berjalan dengan lancar. Anda ingin berbulan madu di Paris dan menikmati jaguar Anda, bukan? Bersabarlah! Makin Anda mendisiplinkan diri dan mempertahankan komitmen, maka mimpi Anda itu makin cepat menjadi kenyataan. Mulailah Merencanakan Keuangan Anda Sedini Mungkin Semakin cepat Anda melakukan perencanaan keuangan Anda dan mulai berinvestasi, maka semakin kecil dana yang dibutuhkan. Hal ini tentunya akan menguntungkan Anda karena semakin banyak kebutuhan yang dapat Anda rencanakan.